Membaca judul di atas, sebagian besar orang akan bertanya-tanya “Apa hubungannya wacana Kemerdekaan Papua dengan Fauzi Bowo? Terlebih dengan Jerman?”
Nanti akan saya ceritakan disini. Namun yang jelas pemerintah dan para pengambil keputusan di negara ini mengetahui pasti kenapa Fauzi Bowo ditunjuk menjadi Duta Besar RI untuk Jerman. Ada alasan yang lebih besar yang ingin saya beberkan disini, karena saya pikir ini informasi yang selayaknya diketahui seluruh rakyat Indonesia. Sebab jika ... baca semuanya
http://www.merdeka.com/khas/ambang-batas-parlemen-dan-nilai-suara-kolom-sableng.html
Dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 3/PUU-VII/2009 antara lain dibilang: “Pembentuk UU tidak konsisten dengan kebijakan-kebijakannya yang terkait dengan Pemilu dan terkesan selalu bereksperimen dan belum mempunyai desain yang jelas tentang apa yang dimaksud dengan sistem kepartaian sederhana yang hendak diciptakannya, sehingga setiap menjelang Pemilu selalu diikuti dengan pembentukan UU baru di bidang politik, yaitu UU mengenai Partai Politik, UU mengenai Pemilu dan UU mengenai Susunan dan Kedudukan MPR, ... baca semuanya
http://www.merdeka.com/khas/si-kumis-dan-posisi-dubes-di-jerman-kolom-sableng.html
Di depan sidang Parlemen Uni Eropa 22/04/2012, Presiden Republik Federasi Jerman (RFJ) Guenter Gauck, menyerukan agar negara-negara anggota, lebih aktif menegakkan hak-hak asasi manusia (HAM). „HAM itu harga mati dan gak bisa ditawar,“ katanya. Maka, salah satu tugas pokok perjuangan penegakan HAM adalah keterlibatan menentang rasisme dan intoleransi lewat pengambilan sikap dan sanksi hukum.
Itulah sebabnya, Gauck ngomong dalam hal bani Muslim. „Saya mengatakan, bahwa kaum Muslim yang menetap di ... baca semuanya
Leider ist dieser Eintrag nicht in deutscher Sprache verfügbar.
Indonesische Version
Maaf, halaman ini tidak ada dalam bahasa Indonesia.
Versi bahasa Jerman
Maaf, halaman ini tidak ada dalam bahasa Indonesia.
Versi bahasa Jerman
Maaf, halaman ini tidak ada dalam bahasa Indonesia.
Versi bahasa Jerman
http://tanahapikata.blogspot.de/2013/10/wawancara.html
Novel yang bertutur tentang spirit hidup sosok-sosok pribadi masyarakat kecil di pelosok desa di Jawa—tepatnya di sebuah dusun di Kediri—dalam menghadapi gerak pergeseran, pergesekan dan perubahan zaman tersebut terpilih sebagai satu-satunya pemenang, oleh juri sastrawan Beni Setia, M Shoim Anwar dan S. Yoga.
Perihal novel terbarunya ... baca semuanya
Maaf, halaman ini tidak ada dalam bahasa Indonesia. Versi bahasa Inggris